Manchester United Lemah saat melawan Tim Lemah

64

liputanbolaonlineManchester United Lemah saat melawan Tim Lemah, Manchester United gagal mengalahkan tamunya Everton di Old Trafford, Minggu (15/12/2019). Setan Merah hanya bermain imbang dengan The Toffees dengan skor 1-1.

Manchester United sebenarnya tampil dominan dalam pertandingan ini. Mereka menguasai bola hingga 62 persen berbanding 38 persen milik tim tamu.

Pasukan Ole Gunnar Solskjaer sebenarnya mulai bangkit beberapa pekan terakhir, tapi sepertinya Manchester United masih harus bekerja keras sebelum benar-benar melakukannya.

Mereka tampil luar biasa untuk mengalahkan Tottenham dan Manchester City, tapi hanya bisa bermain imbang 1-1 dengan Everton pada laga berikutnya, bahkan hampir kalah.

Manchester United tampak kesulitan saat menjamu Everton. Padahal tim tamu sudah bermasalah sejak awal musim, bahkan sudah memecat pelatih utama. The Red Devils bahkan butuh bantuan pemain muda, Mason Greenwood, untuk menyamakan kedudukan di babak kedua.

Kemenangan atas Tottenham Hotspur dan Manchester City layak disebut mengejutkan, tidak terduga. Sayangnya, ketika melawan tim-tim yang lebih lemah, Manchester United juga tidak terduga, cenderung gagal menang.

Tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer bisa tampil luar biasa ketika melawan tim-tim kuat dalam jajaran top six, tapi ada 13 tim lain yang harus mereka hadapi. Konsistensi masih jadi masalah utama Setan Merah.

Hasil positif saat melawan tim-tim yang ‘biasa’ – seperti Newcastle, Bournemouth, Sheffield United, dan Aston Villa – justru lebih sulit diraih daripada saat melawan tim-tim kuat. Kali ini, kontra Everton, Manchester United masih gagal menjawab masalah ini.

Pemain Muda

Manchester United mencoba tampil dominan pada laga ini, bagaimanapun mereka bermain di Old Trafford. Namun, tidak banyak peluang matang tercipta. Manchester United terus mencoba, tapi kreativitas mereka kurang maksimal.

David De Gea bahkan harus kebobolan terlebih dahulu di babak pertama, meski hanya gol bunuh diri Victor Lindelof yang tidak beruntung. Masalahnya, setelah itu The Red Devils sulit bangkit dan mengejar ketinggalan.

Untungnya, Solskjaer berani berjudi dengan mematikan Mason Greenwood di pertengahan babak kedua. Bocah 18 tahun ini masuk di menit ke-65, dan bikin gol pada menit ke-77.

Greenwood terlihat menelaah buku strategi Manchester United sebelum masuk ke lapangan, dan golnya lahir lewat sepakan spekulatif. Selain Greenwood, keberanian Solskjaer, dan Aaron Wan-Bissaka yang tangguh di belakang, secara keseluruhan Manchester United tampak lemah.

Sumber: Goal

Leave A Reply

Your email address will not be published.