Leicester Kembali Mengisi Posisi Runner Up

38

liputanbolaonline.com – Leicester City kembali meraih 3 poin dan menduduki posisi runner up setelah sebelumnya posisi tersebut di isi oleh Manchester City menyusul kemenangan terakhirnya. The Foxes membekuk Watford 2-0 di King Power Stadium dini hari tadi (5/12/2019).

Yang menjadi pahlawan pada laga tersebut adalah Jamie Vardy dan James Maddison yang masing-masing menyumbangkan satu buah gol.

Setelah skor kaca mata pada akhir babak pertama, Vardy memberikan keunggulan buat tuan rumah melalui eksekusi pinaltinya. Sanksi pinalti tersebut diberikan setelah Adam Masina melanggar Jonny Evans di wilayah terlarang.

Selanjutnya Maddison mengukuhkan kemenangan mereka memasuki masa injury time, ia berhasil membebaskan diri dari penjagaan dan melepaskan tembakan yang mengecoh Ben Foster. Alhasil gawang Watford kebobolan dua kali tanpa balas.

Kesempatan Memecahkan Rekor bagi Leicester

Hasil 3 poin ini membawa Leicester kembali dibawah Liverpool yang berhasil menghajar Everton 5-2. Kemenangan ini juga merupakan kemenangan beruntun Leicester yang ketujuh, menyamai rekor dari klub yang sejak Maret 1963 belum pernah terlewati. Bahkan ketika mereka menjuarai Premier League pada musim 2015-2016 saja rekor tersebut tidak berhasil ditaklukkan.

Watford Kian Terpuruk

Sementara itu, tim Watford yang saat ini tanpa manajer, semakin terpuruk di dasar klasemen dengan jarak 7 poin dari Southampton yang berada di zona aman. Performa mereka benar-benar menurun jauh dibandingkan musim lalu yang berhasil mencapai babak final Piala FA.

Bahkan The Hornets tidak melepaskan tembakan on target sama sekali pada laga yang berlangsung di King Power Stadium tersebut hingga menit ke-90 ketika Domingos Quina mendapatkan kesempatan itu.

Brendan Rodger mulai bergabung dengan The Foxes dan memulai karirnya dengan kekalahan melawan Watford pada bulan Maret 2019 lalu, namun hal itu berbanding terbalik sekarang. Tim Rubah telah mengoleksi 52 poin dalam 24 pertandingan, sedangkan The Hornet hanya berhasil mengumpulkan 15 poin saja. Kemenangan ini juga merupakan kemenangan kesebelas bagi Leicester dari total 15 pertandingan awal musim, dan ini pertama kalinya mereka meraih kemenangan sebanyak ini pada fase liga saat ini.

Ini padahal bukan tim kekuatan penuh mereka, karena beberapa hal mereka tidak dapat memainkan tim penuhnya dalam 15 pertandingan ini, jika tidak mungkin mereka akan menjadi pesaing berat Liverpool di pemuncak klasemen. Terlihat Leicester berbenah timnya dengan sangat baik, dan kondisi ini tidak terlihat saat ekspedisi raihan juara mereka, dan hingga saat ini tidak terlihat mereka akan memperlambat perkembangannya.

Musim ini sudah dua manajer yang keluar masuk dari Watford setelah di pecatnya Flores dari tim, dan sekarang pelatih tim U-23 yang mengambil alih tugas sementara. Pelatih yang merupakan mantan pemain tengah bertahan tersebut merubah taktik dari 5 bek menjadi 4 bek yang membuat pertahanan mereka kian membaik. Setidaknya penguasaan bola mereka menjadi lebih solid dan menjaga serangan brutal Leicester yang biasanya mencetak banyak gol hingga satu jam.

Namun, kegagalan Watford untuk menyerang menjadi kelemahan utama mereka, apalagi memasuki babak kedua mereka sama sekali tidak memberikan ancaman yang berarti. Gerard Deulofeu seperti tidak terlihat di lapangan, sedangkan Troy Deeney gagal membuat pergerakan di lini belakang musuh dan menggangu bek-bek disiplin Leicester.

Leave A Reply

Your email address will not be published.